Rabu, 13 Mei 2015

Makna Hadits Mengenai Islam Terpecah 73 Golongan Dengan Kemunculan Imam Mahdi

Tulisan ini merupakan hasil semedi Timsuksestuhan (aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa) mengenai agama islam. Tujuannya adalah memperlihatkan kemampuan timsuksestuhan dalam mengkaji agama islam sehingga bisa membuktikan kemampuan timsuksestuhan kepada seluruh umat islam, bahwa Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan suatu keyakinan yang mampu mengalahkan agama islam serta agama agama yang lain.
Dalam tulisan ini juga menceritakan hasil semedi timsuksestuhan mengenai imam mahdi, dimana kemampuan kami ternyata lebih bisa menjelaskan hadits hadits yang menyangkut masa depan agama islam.
TAPI INGAT, TIMSUKSESTUHAN BUKANLAH PENGIKUT IMAM MAHDI, KAMI ADALAH TIMSUKSESTUHAN, YAITU GOLONGAN MAKHLUK YANG MENANTANG TUHAN UNTUK MENGUJI TUHAN, DAN JIKA IMAM MAHDI MENGHALANGI KAMI, MAKA KAMI MERUPAKAN SALAH SATU MUSUH IMAM MAHDI. DAN JIKA IMAM MAHDI MERUPAKAN MAKHLUK YANG PERNAH MENGAKUI DIRINYA TUHAN MAKA KAMI AKAN MENGHABISINYA
Berikut hadits mengenai islam yang terpecah menjadi 73 golongan dan agama lain yang juga terpecah.
###“Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud.
###Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, ‘Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.
###Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka.” Lalu beliau ditanya: “Wahai Rasulullah siapakah mereka ?” Beliau menjawab: “Al Jamaah.” HR Sunan Ibnu Majah.
###Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah. HR. Sunan Ibnu Majah.
###Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.
###Abdullah Ibnu Amru meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Umatku akan menyerupai Bani Israil selangkah demi selangkah. Bahkan jika seseorang dari mereka menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, seseorang dari umatku juga akan mengikutinya.
###Kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, hanya satu yang masuk Surga.” Kami (para shahabat) bertanya, “Yang mana yang selamat ?” Rasulullah Saw menjawab, “ Yang mengikutiku dan para shahabatku. HR Imam Tirmizi.
###Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasrani pun demikian. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.”HR Imam Tirmizi.
###Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, ”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.”
###Mu’awiyah Ibnu Abu Sofyan meriwayatkan bahwa Rosulullah SAW bersabda : “Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam masalah agamanya terbagi menjadi 72 golongan dan dari umat ini (Islam) akan terbagi menjadi 73 golongan, seluruhnya masuk neraka, satu golongan yang akan masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan akan ada dari umatku yang mengikuti hawa nasfsunya seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, pembuluh darah, maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya. Wahai orang Arab! Jika kamu tidak bangkit dan mengikuti apa yang dibawa Nabimu… HR.Musnad Imam Ahmad.
DAN PENAFSIRAN ULAMA ULAMA ISLAM MENYATAKAN BAHWA PERPECAHAN TERSEBUT ADALAH SEPERTI PERPECAHAN KARENA MAHZAB, AKAL, PENGAGUNGAN TOKOH ISLAM DLL.
Contohnya seperti dibawah ini :
1. Mu’tazilah, yaitu kaum yang mengagungkan akal pikiran dan bersifat filosofis, aliran ini dicetuskan oleh Washil bin Atho (700-750 M) salah seorang murid Hasan Al Basri.
Mu’tazilah memiliki 5 ajaran utama, yakni :
Tauhid. Mereka berpendapat :
Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri.
al-Qur’an ialah makhluk.
Allah di alam akhirat kelak tak terlihat mata manusia. Yang terjangkau mata manusia bukanlah Ia.
Keadilan-Nya.
Mereka berpendapat bahwa Allah SWT akan memberi imbalan pada manusia sesuai perbuatannya.
Janji dan ancaman.
Mereka berpendapat Allah takkan ingkar janji: memberi pahala pada muslimin yang baik dan memberi siksa pada muslimin yang jahat.
Posisi di antara 2 posisi.
Ini dicetuskan Wasil bin Atha yang membuatnya berpisah dari gurunya, bahwa mukmin berdosa besar, statusnya di antara mukmin dan kafir, yakni fasik.
Amar ma’ruf (tuntutan berbuat baik) dan nahi munkar (mencegah perbuatan yang tercela).
Ini lebih banyak berkaitan dengan hukum/fikih.
Aliran Mu’tazilah berpendapat dalam masalah qada dan qadar, bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya. Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya, sebab ia sendirilah yang menciptakannya.
Golongan Mu’tazilah pecah menjadi 20 golongan.
2. Syiah, yaitu kaum yang mengagung-agungkan Sayyidina Ali, mereka tidak mengakui khalifah Rasyidin yang lain seperti Khlifah Sayyidina Abu Bakar, Sayidina Umar dan Sayyidina Usman bahkan membencinya. Kaum ini di sulut oleh Abdullah bin Saba, seorang pendeta yahudi dari Yaman yang masuk islam. Ketika ia datang ke Madinah tidak mendapat perhatian dari khalifah dan umat islam lainnya sehingga ia menjadi jengkel. Golongan Syiah pecah menjadi 22 golongan dan yang paling parah adalah Syi’ah Sabi’iyah.
3. Khawarij, yaitu kaum yang sangat membenci Sayyidina Ali, bahkan mereka mengkafirkannya. Salah satu ajarannya Siapa orang yang melakukan dosa besar maka di anggap kafir. Golongan Khawarij Pecah menjadi 20 golongan.
4. Murjiah.
Al-Murji’ah meyakini bahwa seorang mukmin cukup hanya mengucapkan “Laailahaillallah” saja dan ini terbantah dengan pernyataan hadits bahwa dia harus mencari dengan hal itu wajah Allah, dan orang yang mencari tentunya melakukan segala sarananya dan konsekuensi-konsekuensi pencariannya sehingga dia mendapatkan apa yang dia cari dan tidak cukup hanya mengucapkan saja. Jadi menurut al-murji’ah bahwa cukup mengucapkan “Laailahaillallah” dan setelah itu dia berbuat amal apa saja tidak akan mempengaruhi keimanannya, maka ini jelas bertentangan dengan hadits “dia mencari dengan itu wajah Allah”, maka ini adalah bentuk kesesatan al-murji’ah.
Al-Mu’tazilah dan Al-Khawarij meyakini bahwa seorang yang melakukan dosa-dosa besar kekal didalam api neraka, dan ini terbantah dengan sabda Rasulullah “sesungguhnya Allah mengharamkan atas api neraka orang yang mengucapkan Laailahaillallah”. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwasanya pengharaman api neraka membakar orang-orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” itu ada dua, pertama pengharaman secara mutlak dan ini bagi orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” dengan mendatangkan seluruh syarat-syaratnya, konsekuensi-konsekuensinya dan kandungan-kendungannya sehingga dia terlepas dari syirik besar, syirik kecil dan perbuatan-perbuatan dosa besar, kalaupun dia terjatuh kepada perbuatan dosa maka dia bertaubat dan tidak terus menerus diatasnya, maka orang yang sempurna tauhidnya seperti ini diharamkan api neraka untuk membakarnya secara mutlak, yakni dia tidak disentuh oleh api neraka sama sekali. Kemudian yang kedua, yaitu pengharaman yang tidak mutlak dan bersifat kurang, yang dimaksud yaitu pengharaman untuk kekal didalam api neraka, ini bagi orang-orang yang kurang tauhidnya sehingga dia terjatuh kedalam syirik kecil atau dosa-dosa besar yang dia terus menerus didalamnya, maka orang yang demikian ini diharamkan atas api neraka untuk membakarnya dalam jangka waktu yang kekal selama dia belum mengugurkan tauhidnya ketika didunia. Oleh karena itu pendapat al-mu’tazilah dan al-khawarij yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar kekal didalam api neraka, ini adalah pendapat yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah.
Tidak ada dzikir yang lebih utama didunia ini kecuali “Laailahaillallah”.
Salah satu sebab dikabulkannya doa adalah dengan menggunakan sifat Allah dan nama-Nya, secara khusus memanggil Allah dengan uluhiyah-Nya, meminta dan berdoa kepada Allah dengan menyebutkan rububiyah-Nya.
“Laailahaillallah” merupakan dzikr dan doa, disebut dengan doa karena orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” mengharapkan ridha Allah dan ingin sampai kepada surga-Nya.
Golongan Murjiah pecah menjadi 5 golongan.
5. Najariyah, Kaum yang menyatakan perbuatan manusia adalah mahluk, yaitu dijadikan Tuhan dan tidak percaya pada sifat Allah yang 20. Golongan Najariyah pecah menjadi 3 golongan.
6. Al Jabbariyah, Kaum yang berpendapat bahwa seorang hamba adalah tidak berdaya apa-apa (terpaksa), ia melakukan maksiyat semata-mata Allah yang melakukan. Golongan Al Jabbariyah pecah menjadi 1 golongan.
7. Al Musyabbihah / Mujasimah, kaum yang menserupakan pencipta yaitu Allah dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi.
Golongan Al Musyabbihah / Mujasimah pecah menjadi 1 golongan.
Dan satu golongan yang selamat adalah Ahli Sunah Wal Jama’ah
SEDANGKAN MENURUT HASIL SEMEDI KAMI, TIMSUKSESTUHAN (ALIRAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA) BAHWA APA YANG DINYATAKAN OLEH ULAMA ULAMA ISLAM MERUPAKAN “SALAH BESAR”.
Sesuai dengan hadits diatas (melalui hasil semedi kami) jika kita ambil secara garis besar, maka :
1. Islam terpecah menjadi 73 golongan, hanya 1 golongan yang “selamat” sedangkan 72 golongan “tidak selamat”.
2. Kristen terpecah menjadi 72 golongan, hanya 1 golongan yang “selamat” sedangkan 71 golongan “tidak selamat”.
3. Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, hanya 1 golongan yang “selamat” sedangkan 70 golongan “tidak selamat”.
Makna kesimpulan diatas sebenarnya menunjukkan AGAMA AGAMA YANG SUDAH PERNAH ADA DIMUKA BUMI (dari agama awal hingga agama islam dimana allah swt sebagai tuhan) YANG MANA DIAJARKAN OLEH ALLAH DAN MENYATAKAN BAHWA ALLAH ADALAH TUHANNYA.
Jadi :
Agama yahudi adalah urutan agama yang ketujuh puluh (70) dan yang selamat adalah yang keluar dari yahudi dan membentuk agama kristen, sehingga agama kristen merupakan agama yang ketujuh puluh satu (71).
Agama kristen adalah urutan agama yang ketujuh puluh satu (71) dan yang selamat adalah yang keluar dari kristen dan membentuk agama islam, sehingga agama islam merupakan agama yang ketujuh puluh dua (72).
Agama islam adalah urutan agama yang ketujuh puluh dua (72) dan yang selamat adalah yang keluar dari islam dan membentuk agama yang dibawa imam mahdi, sehingga agama imam mahdi merupakan agama yang ketujuh puluh tiga (73).
DAN MELALUI PENELUSURAN KEDEPAN YANG KAMI LAKUKAN TERNYATA IMAM MAHDI ISLAM ITU MENYATAKAN BAHWA ALLAH SWT BUKANLAH TUHAN, MELAINKAN HANYALAH MAKHLUK YANG MENJADI KHALIFAH ALAM SEMESTA SAJA.
Wakakakakakaka
Kasihan islam ya…..!!!! Kena tipu ama allah swt….
Wakakakakakaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar